Cara Budidaya Jahe Dengan Baik dan Benar

Cara Budidaya Jahe Dengan Baik dan Benar

Diposting pada

Cara Budidaya Jahe Dengan Baik dan Benar – Para Pembaca yang kami banggakan, Info Tanam kali ini akan menjelaskan tentang cara budidaya jahe dengan baik dan benar.

Cara Budidaya Jahe

Jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu rimpang berbentuk jari yang menonjol di tengah simpul. Rasa jahe yang dominan adalah pedas, rasa pedas tersebut dihasilkan oleh senyawa keton yang disebut zingerone. Dibawah ini adalah proses dari budidaya jahe, simak penjelasan berikut.

Syarat Tumbuh

Tanaman jahe membutuhkan curah hujan yang relatif tinggi, yaitu antara 2.500 – 4.000 mm / tahun. Tanaman jahe membutuhkan sinar matahari mulai dari umur 2,5 hingga 7 bulan. Dengan kata lain, jahe ditanam di tempat terbuka agar mendapatkan sinar matahari sepanjang hari. Suhu udara optimal untuk menanam jahe adalah 20-350C. Jahe sangat cocok ditanam di tanah subur, gambur, dan banyak mengandung humus.

Pengolahan Lahan

Pada penanaman monokultur, tanah harus disiapkan dengan baik sebelum melakukan penanam, karena menyediakan unsur hara dan mineral yang dibutuhkan untuk menumbuhkan tanaman jahe hingga siap dipanen. Proses pengolahannya disesuaikan dengan luas tanaman yang akan ditanam.

Perlu diperhatikan bahwa pertanian yang tidak pernah dibudidayakan (tanpa tanaman) membuat struktur tanah menjadi keras, sehingga tidak baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman jahe. Oleh karena itu, pengolahan tanah dilakukan sebelum penanaman untuk menghasilkan tanah yang gembur, subur, humus, berdrainase baik, dan berventilasi baik.

Pada daerah dengan kondisi airtanah yang buruk dan sekaligus untuk mencegah genangan air, tanah harus diolah menjadi bedengan dengan tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan, jika dijadikan bedengan. lebih dari satu, parit selebar 30-50 cm dibuat antara bedengan satu dengan bedengan lainnya, kedalaman menyesuaikan bedengan.

Baca Juga:  Cara Merawat Bunga Melati

Persiapan Bibit

Sebelum ditanam, bibit harus ditanam terlebih dahulu agar tunasnya keluar dan tumbuh di lahan pada saat bersamaan. cara menyimpan rimpang di tempat teduh dengan kelembaban yang cukup selama 2-4 minggu.

Proses Penanaman

Saat jahe ditanam, ketersediaan air sangat penting karena jahe harus basah 7-9 bulan sebelum diistirahatkan. Karena jahe ditanam di pekarangan kecil, bisa ditanam sepanjang tahun. Kebutuhan air tanaman jahe dapat kita penuhi setiap saat.

Hasil rimpang per satuan luas tergantung jarak tanam. Jarak yang berdekatan lebih mahal daripada jarak yang jarang. Kita bisa mengabaikan faktor biaya dalam waktu dekat karena kita menanam jahe di pekarangan. Jarak yang disarankan adalah 25-50 cm antar baris dan 45-60 cm antar baris.

Untuk menghindari jahe yang busuk akibat kondisi air tanah yang buruk, setelah menanam tanah ke dalam bedengan, buat lubang tanam dengan diameter 10 – 15 cm dan dalam 7,5 – 10 cm untuk menanam benih. Lubang tanam bisa dibuat sendiri-sendiri atau dengan lekukan di sepanjang bedengan.

Penanaman dilakukan dengan akar rimpang jatuh ke dalam lubang atau alur tanam yang telah disiapkan. Sebelum menutup lubang tanam, pastikan bibit jahe tidak bersentuhan langsung dengan pupuk organik. Jangan lupa menyiram di awal pertumbuhan. Setelah cukup kuat, intensitas penyiraman berangsur-angsur berkurang.

Perawatan dan Pemeliharaan

  • Pemasangan Mulsa

Pemasangan mulsa penting untuk pertumbuhan awal tanaman jahe. Tunas muda yang baru saja muncul tidak tahan dengan panasnya matahari. Selain itu, mulsa dapat meningkatkan kualitas tanah. Permukaan tanah tidak kering, kelembaban tanah terjaga, suhu tanah bervariasi dengan baik (kelembaban dan suhu berpengaruh kuat pada tunas jahe).

Baca Juga:  Cara Membentuk Bonsai Kamboja (Adenium)

Bahan mulsa yang digunakan berupa sekam jagung, jerami kering, daun pisang dan bahan alami yang dapat digunakan disekitar pekarangan sebagai bahan mulsa. Mulsa dilakukan secara terus menerus dari menabur sampai panen. Ini berfungsi tidak hanya untuk menjaga kelembapan tanah, tetapi juga untuk mengendalikan gulma.

  • Penyulaman

Pemeriksaan rimpang yang mati sebaiknya dilakukan sekitar 2-3 minggu setelah tanam. Jika ditemukan rimpang yang mati harus segera diganti, agar pertumbuhan bibit batang pada tanaman lain tidak tertinggal jauh.

  • Pemupukan

Untuk memastikan hasil yang memuaskan, pemupukan sangat penting. Pupuk dasar yang diberikan sebelum tanam tidak mencukupi unsur hara yang dibutuhkan jahe. Demi kesehatan, hindari penggunaan pupuk kimia dan gantilah dengan pupuk organik.

Pupuk organik lebih sering menggunakan kompos, pupuk hijau dan pupuk kandang dibandingkan saat menggunakan pupuk kimia. Pengaplikasian kompos terjadi pada awal tanam saat bedengan digunakan sebagai pupuk dasar 6-8 ton / 1000 m2, yang disimpan dan dicampur dengan tanah olahan.

Anda dapat menghemat kompos dengan mengisi setiap lubang di awal tanaman hingga 0,5-1 kg per tanaman. Pupuk lain diberikan setelah 2-3 bulan, 4-6 bulan dan 8-10 bulan. Pemberian kompos biasanya dilakukan setelah penyiangan dan bersamaan dengan aktivitas tanah. Tuang pupuk organik ke dalam lubang tanam.

  • Pembumbunan

Tujuan penebaran adalah untuk melonggarkan tanah di sekitar rimpang, karena rimpang membutuhkan tanah yang memiliki sirkulasi udara dan air agar dapat bekerja dengan baik. Selain itu, timbunan berfungsi untuk menimbun rimpang jahe yang terkadang muncul di atas permukaan tanah.

Jika tanaman jahe masih muda, kubur tanah cukup tipis di sekitar rumpun dengan jarak sekitar 30 cm. Bulan-bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar dengan setiap penambalan, sehingga tercipta sistem irigasi yang menyalurkan kelebihan air.

Pertumbuhan berlebih pertama terjadi saat tanaman jahe berbentuk gumpalan yang terdiri dari 3-4 batang tiruan. Pertumbuhan ini umumnya 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Itu juga tergantung pada kondisi tanah dan jumlah hujan.

  • Penyiangan
Baca Juga:  Cara Budidaya Jengkol Supaya Berbuah Lebat

Penyiangan untuk menghilangkan tanaman yang mengganggu pada rimpang. Di taman kecil, penyiangan tidak akan memakan waktu lama. Pengendalian gulma pertama dilakukan setelah tanaman jahe berumur 2-3 minggu.

gulma berikutnya terjadi setelah hama dianggap cukup. Namun setelah umur 6-7 bulan tidak perlu dilakukan penyiangan, karena pada umur tersebut rimpang sudah terlalu besar. Pemberian mulsa yang rutin sangat membantu dalam mengatasi hama tanaman.

Cara Budidaya Jahe Dengan Baik dan Benar

Proses Panen Jahe

Panen berlangsung tergantung penggunaan jahe. Jika perlu bumbu, tanaman jahe dapat dipanen dengan cara memecah sebagian rimpang pada umur sekitar 4 bulan, dan membiarkan sisanya hingga matang.

Jika jahe digunakan sebagai bahan obat, maka akan dipanen bila sudah cukup umur. Jahe tua dapat dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan semua batang mengering.

Cara memanen yang baik adalah dengan hati-hati memotong tanah dengan kapak. Usahakan agar rimpang tidak terluka. Selanjutnya tanah yang menempel pada jahe dan kotoran lainnya dibersihkan dan bila perlu dicuci. Kemudian jahe tersebut dijemur kurang lebih seminggu di atas papan atau daun pisang.

Nah itulah tadi Cara Budidaya Jahe Dengan Baik dan Benar dari Info Tanam. Semoga pada penjelasan tadi bisa di pahami, bisa membantu kalian untuk bisa mencari tanaman yang sesuai kebutuhan kalian. Dan jika terdapat kesalahan pada penulisan atau yang lainnya mohon dimaafkan, sekian dan terimakasih.