Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Diposting pada

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula – Para Pembaca yang kami banggakan, Info Tanam kali ini akan menjelaskan tentang cara budidaya jamur tiram untuk pemula.

Cara Budidaya Jamur Tiram

Nama latin dari jamur tiram adalah Pleurotus ostreatus, yang termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Disebut jamur tiram karena bentuk mahkotanya menyerupai cangkang tiram. Warnanya putih dalam setengah lingkaran. Di alam liar, jamur tiram kebanyakan ditemukan pada batang kayu yang lapuk. Mungkin karena itulah jamur tiram sering disebut jamur kayu.

Syarat Tumbuh

Jamur tiram sendiri tidak membutuhkan sinar dari matahari untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu jamur tiram dibudidayakan untuk tahap inkubasi dalam ruangan tertutup dengan suhu antara 22 hingga 28 derajat celcius. Selama fase pembentukan tubuh, diperlukan suhu udara antara 16-24 derajat Celcius dan kelembaban 60-70%. PH ideal untuk pertumbuhan jamur adalah antara 6 dan 7.

Jamur tiram tumbuh baik di dataran tinggi sekitar 700-800 mdpl (meter di atas permukaan laut). Jamur tiram juga dapat dibudidayakan di dataran rendah, dimana keseimbangan iklim kawasan budidaya dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan.

Cara Membuat Kumbung

Kumbung merupakan bangunan tempat kegiatan budidaya jamur tiram. Tahapan pertama dalam budidaya jamur tiram yaitu menyiapkan kumbung dan membuat rak tempat penyimpanan baglog. Bangunan Kumbung harus mampu menjaga suhu dan kelembaban. Rak-rak tersebut disusun secara vertikal untuk memaksimalkan ruang penyimpanan baglog yang lebih banyak.

Jarak minimum antar rak adalah 40 cm. Rak dapat diatur dalam 4 – 5 tingkat atau lebar 40 cm. Rak tersebut memanjang dengan lorong yang panjangnya sesuai dengan panjang bangunan Kumbung. Jarak antar rak minimal 80 cm agar mudah dirawat dan dipindahkan selama budidaya.

Baca Juga:  Cara Membudidaya Tanaman Vanili Dengan Mudah

Rak penyimpanan yang ideal terbuat dari kayu atau bambu. Atapnya harus dari genteng, ilalang, ijuk, ilalang atau sirap. Jangan menggunakan atap seng atau asbes karena suhu ruangan yang panas. Lantai sebaiknya lantai dasar.

Sterilisasi Kumbung

Jika rak sudah jadi, langkah selanjutnya adalah sterilisasi. Sterilisasi digunakan untuk menghilangkan jamur yang tidak diinginkan lainnya.

Langkah-langkah sterilisasi

  • Bersihkan seluruh kumbung ruangan dan rak dari kotoran.
  • Kemudian lakukan pengapuran dan penyemprotan fungisida pada area kumbung. Biarkan 4 atau 5 hari agar bau fungisida hilang.
  • Setelah itu, susun Baglog di rak yang sudah disiapkan.

Cara Membuat Baglog

Baglog merupakan media tanam yang terbuat dari serbuk gergaji tempat ditanam jamur tiram. Baglog biasanya dikemas dengan kantong plastik dan berbentuk silinder. Pada salah satu sisi baglog diberi lubang dengan cincin tempat jamur dapat tumbuh.

Baglog siap pakai sebaiknya digunakan untuk pemula. Baglog bisa dibeli dari petani lain atau oleh pengusaha pembibitan jamur. Harga baglog berbeda-beda dan tiap daerah berbeda. Biasanya baglog dijual dengan harga sekitar Rp. 5000 – Rp. 6000

Cara merawat Baglog

Baglog disusun secara horizontal di rak dengan lubang di sisinya. Baglog dapat disusun 2 atau 3 lapis di ruang rak.

Sebelum baglog disusun, lakukan hal berikut:

  • Sebelum diatur terlebih dahulu buka ring baglog dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan selama 5 hari.
  • Sirami lantai dengan air yang cukup untuk meningkatkan kelembapan.
  • Kemudian potong ujung baglog agar lubang tumbuhnya lebih lebar. Biarkan selama 3 hari dan jangan disiram. menyiram tanah secukupnya untuk meningkatkan kelembapan.
  • Semprotkan air pada lubang baglog setelah 3 hari. Usahakan untuk membuat kabut semprotan saat menyemprot. Jangan memercikkan air ke dalam lubang baglog. Dalam tahap penyemprotan dapat dilakukan 2-3 kali sehari atau disesuaikan dengan suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada posisi 16-24 derajat Celcius.
Baca Juga:  Cara Menanam Sawi

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

Waktu Panen

Jamur tiram biasanya sudah bisa dipanen setelah 1-2 minggu setelah baglog dibuka tutupnya. Jamur tiram yang siap panen ditandai dengan mekarnya miselium dan menutupi lubang baglog dengan sempurna. Dengan perawatan yang tepat, satu baglog bisa dipanen hingga 5 atau 8 kali. Penundaan waktu antara panen pertama dan berikutnya adalah 2 hingga 3 minggu.

Jamur tiram yang sudah siap panen adalah jamur yang kondisinya sudah mekar dan membesar. Ini ditandai dengan ujung yang tajam, putih bersih, dan kap mesin tidak pecah. Jika sungkupnya retak maka jamur mudah layu, tidak bertahan lama dan berubah warna menjadi kuning kecoklatan.

Nah itulah tadi Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula dari Info Tanam. Semoga pada penjelasan tadi bisa di pahami, bisa membantu kalian untuk bisa mencari tanaman yang sesuai kebutuhan kalian. Dan jika terdapat kesalahan pada penulisan atau yang lainnya mohon dimaafkan, sekian dan terimakasih.