Cara Menanam Buncis
Cara Menanam Buncis

Cara Menanam Buncis

Diposting pada

Cara Menanam Buncis – Para Pembaca yang kami banggakan, Info Tanam kali ini akan menjelaskan tentang Cara Menanam Buncis.


Cara Menanam Buncis


Siapa yang tidak tahu buncis? Untuk Kamu yang penyuka sayur-mayur, Kamu tentu tidak asing dengan tumbuhan satu ini.

Ya, buncis ialah tumbuhan sejenis kacang-kacangan ataupun leguminosa. Umumnya, bagian yang dimanfaatkan dalam tumbuhan ini merupakan bagian buah, biji, serta daunnya selaku sayur-mayur.

Tumbuhan yang mempunyai nama latin Phaseolus vulgaris ini diyakini berasal dari daratan Amerika, tepatnya Amerika Selatan serta Amerika Tengah, setelah itu tersebar ke belahan negara lain, salah satunya Indonesia.

Buncis mempunyai 2 metode berkembang, ialah berkembang merambat serta berkembang dengan posisi tegak.

Tumbuhan buncis bisa mencpai ketinggian 60 hingga 70 centimeter bila berkembang dengan posisi tegak, serta hendak bisa berkembang dengan ketinggian mencapai 3 m bila berkembang dengan metode merambat, yang pastinya dibantu oleh tiang rambat.

Buncis jenis rambat pula dikenal hendak berikan hasil yang lebih banyak mengingat perkembangan cabang serta buku bunga buncis yang lebih banyak.

Bunga buncis umumnya bercorak putih serta bisa berganti jadi keunguan kala dewasa.

Manfaat Buncis

Buncis diketahui dengan isi vit serta proteinnya yang besar. Tidak hanya itu, buncis pula terkategori sayur-mayur yang mempunyai isi air yang lumayan besar dibanding sayur-mayur lain.

Secara khusus, isi gizi yang ada dalam buncis merupakan vit C, A, K, B, serat, zat besi, stigmasterol, sitisterol, asam folat, pitosterol, serta lain-lain.

Perihal inilah yang mengindikasikan kalau buncis mempunyai bermacam-macam manfaat untuk kesehatan badan apabila disantap. Beberapa mnfaat yang dapat didapatkan dari buncis merupakan berikut ini:

  • Menanggulangi indikasi diabet dengan tingkatkan penciptaan insulin dalam tubuh
  • Merendahkan kandungan kolesterol dalam darah
  • Menolong menanggulangi sembelit
  • Menolong menanggulangi obesitas
  • Melancarkan ASI buat bunda hamil
  • Tingkatkan kegiatan serta masa tulang

Buncis yang terkategori sayur-mayur ini umumnya diolah dengan metode ditumis ataupun dijadikan salah satu bahan sup. Buncis bisa dengan gampang Kamu temui di pasar tradisional ataupun pasar modern.

Ialah ide yang sangat bagus bila Kamu dapat langsung memetik buncis di kebun Kamu sendiri.

Jadi, tidak terdapat salahnya untuk Kamu yang mau belajar menanam buncis di pekarangan rumah ataupun di kebun Kamu. Kamu dapat mulai menanamnya dengan memakai pot.


Metode budidaya buncis organik

Pengolahan lahan buat budidaya buncis organik

Pengolahan lahan buat budidaya buncis organik sedikit berbeda dengan pengolahan tanah buat sayur-mayur daun. Pertama- tama tanah dibajak buat digemburkan.

Baca Juga:  Bunga Desember

Gabungkan kapur seperlunya apabila keadaan tanah asam. Setelah itu buat bedengan selebar 1 m dengan besar 20-30 centimeter. Jarak antar bedengan 30-40 centimeter.

Buat lubang tanam pada bedengan membentuk 2 baris dengan jarak antar baris 50-60 serta jarak dalam baris 30 centimeter.

Masukkan pupuk kandang ataupun kompos kedalam lubang-lubang tanam tersebut, kira-kira satu genggaman tangan.

Buat satu hektar tumbuhan diperlukan dekat 20 ton pupuk kandang ataupun kompos. Perkenankan kompos tersebut sepanjang 1-3 hari.

Penyiapan benih buncis

Budidaya buncis diperbanyak dengan biji yang dipilih dari tumbuhan sehat serta produktif. Metode menyeleksinya bersumber pada bedengan terbaik tempat buncis berkembang.

Alasan pemilihan tumbuhan bagi bedengan supaya proses penuaan tidak menganggu tumbuhan yang lain.

Bila pilih benih diseleksi bersumber pada orang tumbuhan hingga hendak terjadi kegagalan panen pada individu-individu lain yang berkembang dalam bedengan yang sama.

Perihal tersebut dapat terjadi sebab tumbuhan yang hadapi proses penuaan buah hendak menyedot nutrisi buat tumbuhan lain. Sehingga tumbuhan yang buahnya tidak dibenihkan hendak hadapi gagal panen.

Buah yang terpilih buat calon benih dipetik serta dipilih. Seleksi buah yang besar-besar serta wujudnya sempurna.

Setelah itu jemur buah buncis di dasar terik matahari sampai kering, umumnya 1-2 hari. Sehabis kering, kupas kulit buahnya serta ambil bijinya.

Simpan benih dalam botol kaca yang bersih. Sehabis botol terisi penuh oleh benih, memenuhi mulut botol dengan abu kayu selaku penutupnya. Khasiat abu kayu selaku media penutup botol meresap kelembaban.

Sehingga area dalam botol senantiasa kering tetapi masih membolehkan terdapatnya pertukaran udara. Biji buncis yang tersimpan dengan baik dapat bertahan dalam temperatur kamar sepanjang 6 bulan.

Cara Menanam Buncis


Penanaman buncis

Metode sangat efisien dalam budidaya buncis merupakan menanam biji secara langsung tanpa proses penyemaian. Masukkan biji buncis siap tanam kedalam lubang yang sudah dbuat.

Isi tiap lubang dengan 2 biji buncis. Kemudian tutup dengan tanah, setelah itu siram secara berkala apabila keadaan tanah kering. Kebutuhan benih buncis merupakan 50 kilogram per hektar.

Buncis mulai berkecambah pada 3-7 hari sehabis tanam. Pada hari ke-7 umumnya kecambah sudah berkembang secara serempak.

Pemasangan Ajir ataupun Lanjaran Tumbuhan Buncis

Apabila yang dibudidayakan merupakan jenis tumbuhan buncis merambat, maka tumbuhan buncis tersebut membutuhkan lanjaran.

Lanjaran ataupun ajir hendaknya telah dipersiapkan semenjak pengolahan lahan ataupun saat sebelum penanaman dicoba, serta wajib dipasang lekas sehabis penanaman berakhir.

Karena tumbuhan buncis merupakan tumbuhan sayur-mayur merambat yang pertumbuhannya tercantum cepat, kita hendak kewalahan bila lanjaran belum dipersiapkan jauh-jauh hari.

Lanjaran dapat memakai kayu ataupun bambu, pasang lanjaran 1 lubang 1 lanjaran. Ataupun dapat mengadopsi model lanjaran kacang panjang yang memakai bahan tali serta benang.

Baca Juga:  Jenis Tanaman Hias Yang Tahan Terhadap Paparan Sinar Matahari

Pemeliharaan serta Perawatan Budidaya Buncis

Pemeliharaan serta perawatan tumbuhan buncis meliputi; penyulaman, penyiraman, serta penyiangan.

Pada hari ke-7 sehabis tanam umumnya benih buncis telah berkembang serempak, jalani pengecekan bila pada hari ke-10 terdapat benih yang tidak berkembang ataupun diganggu hama lekas jalani penyulaman.

Penyulaman optimal dicoba hingga hari ke-15 sehabis tanam. Perawatan berikutnya merupakan penyiraman, jalani penyiraman sesuai dengan kebutuhan tumbuhan serta jangan hingga tumbuhan buncis kekeringan.

Bila budidaya pada masa hujan, penyiraman tidak perlu dicoba. Tumbuhan buncis hendak menciptakan buah yang rimbun bila kebutuhan air lumayan, serta bunga hendak rontok bila tumbuhan kekurangan air.

Maka dari itu, salah satu metode budidaya buncis supaya berbuah rimbun merupakan dengan memadai kebutuhan air.

Begitu pula kebalikannya, bila tanah sangat basah ataupun becek buah tidak hendak rimbun sebab dapat menimbulkan rontoknya bunga serta bakal buah buncis.

Berikutnya merupakan penyiangan, ialah mensterilkan gulma serta rumput liar yang berkembang disekitar tumbuhan.

Bila gulma dibiarkan, perkembangan tumbuhan buncis hendak tersendat sebab terjalin persaingan dalam mendapatkan nutrisi yang ada didalam tanah. Penyiangan dapat dicoba sebagian kali dalam satu masa tanam.


Pemupukan Susulan Tumbuhan Buncis

Supaya tumbuhan buncis bisa berkembang dengan maksimal serta berbuah rimbun, kebutuhan nutrisi tumbuhan haruslah tercukupi dengan baik.

Buat penuhi kebutuhan nutrisi tumbuhan perlu dicoba pemupukan susulan. Pupuk yang digunakan buat buncis antara lain NPK 16, TSP, KCL, ZA serta pupuk yang lain yang diperlukan tumbuhan.

Pemupukan susulan awal dicoba kala tumbuhan berumur 2–3 minggu sehabis tanam. Pemupukan dapat dicoba dengan metode dikocor ataupun ditabur.

Pupuk ditaburkan pada sekitar pangkal batang tumbuhan buncis dengan jarak 15 centimeter dari pangkal batang.

Dosis serta tipe pupuk yang digunakan disesuaikan dengan keadaan ataupun tingkatan kesuburan tumbuhan. Bila daun tumbuhan buncis nampak hijau serta produktif, mengurangi pemakaian pupuk nitrogen.

Pakai pupuk dengan isi phosphat (P) serta kalium (K) besar bila tumbuhan buncis merambah masa generatif, ialah diisyarati dengan timbulnya bunga.

Buat penuhi kebutuhan tumbuhan buncis hendak faktor hara mikro, semprot tumbuhan memakai pupuk daun.

Contoh pupuk daun yang dapat digunakan misalnya, gandasil, bayfolan, grow more, supergrow ataupun yang yang lain.


Pemangkasan Daun serta Tunas Buncis

Upaya supaya tumbuhan buncis berbuah rimbun yang lain merupakan dengan pemangkasan. Pemangkasan yang diartikan merupakan pemangkasan daun serta tunas yang tidak dibutuhkan.

Bila tumbuhan sangat produktif serta lebat, hingga tunas dasar serta daun dasar wajib dipangkas.

Ini dimaksudkan biar nutrisi yang diserap tumbuhan terfokus pada pembuatan bunga serta buah yang pada kesimpulannya hendak menciptakan tumbuhan buncis yang berbuah rimbun.

Daun yang dipangkas merupakan daun- daun yang tua serta daun yang terkena penyakit, diawali dari daun yang sangat dasar.

Baca Juga:  Manfaat Buah Salak yang Baik Untuk Kesehatan

Sebaliknya tunas yang dipangkas merupakan tunas- tunas yang sangat dasar, pangkas 5– 6 tunas sangat dasar bila tumbuhan buncis sangat lebat.

Pada tumbuhan yang sangat produktif serta lebat nutrisi hendak terfokus pada daun serta tunas serta secara otomatis bunga serta buah menurun.

Penanggulangan Hama serta Penyakit Tumbuhan Buncis

Gimana supaya tumbuhan buncis berbuah rimbun? Salah satu triknya merupakan dengan melindungi tumbuhan senantiasa sehat serta terbebas dari kendala hama serta penyakit.

Penanggulangan hama serta penyakit merupakan salah satu aspek penting dalam aktivitas budidaya tumbuhan apapun, termasuk pula tumbuhan buncis.

Kendala hama serta penyakit dapat menimbulkan terganggunya perkembangan tumbuhan, menyusutnya produktifitas tumbuhan, menyusutnya hasil panen apalagi kegagalan panen.

Beberapa hama yang kerap ditemui pada tumbuhan buncis antara lain; ulat grayak, ulat daun, ulat buah, ulat bunga, kumbang perusak daun, lalat kacang, penggerek polong, kutu daun serta lalat buah.

Pengendaliannya dapat dicoba dengan penyemprotan insektisida yang sesuai secara teratur.

Tidak hanya hama, organisme pengganggu tumbuhan yang lain yang kerap melanda tumbuhan buncis merupakan penyakit.

Penyakit tersebut dapat diakibatkan oleh cendawan/jamur, kuman ataupun virus. Penyakit yang kerap ditemui pada tumbuhan buncis antara lain embun tepung, penyakit mosaik, penyakit layu kuman serta penyakit layu fusarium.

Pengendalian dapat dicoba secara teknis serta penyemprotan fungisida ataupun bakterisida yang sesuai.

Pengendalian dengan kultur teknis ialah mencabut serta memusnahkan tumbuhan buncis yang terkena penyakit.

Buat pengendalian hama serta penyakit pada tumbuhan buncis secara lengkap serta jelas, hendak aku bahas pada artikel berikutnya.


Panen serta Pascapanen

Pada keadaan pertanaman yang optimum, tumbuhan buncis jenis semak/tegak bisa dipanen pada usia 60-70 hari, lagi jenis merambat biasanya membutuhkan 10-20 hari lebih lama buat bisa dipanen.

Interval panen 4–5 kali panen, sehingga usia tumbuhan cuma 3 bulan. Produksi polong buncis rambat mencapai 24-40 ton/ha.

Panen polong dicoba pada saat polong masih muda serta bijinya kecil belum menonjol ke permukaan polong serta umumnya itu terjadi pada saat 2-3 minggu semenjak bunga mekar.

Apabila panennya terlambat, hasilnya hendak bertambah, namun kualitasnya cepat menyusut sebab biji dalam polong tumbuh serta menimbulkan permukaan polong bergelombang.

Penyimpanan pada temperatur 5-10 Derajat Celcius serta RH 95% bisa melindungi umur simpan polong pada mutu layak jual selama 2-3 minggu.

Nah itulah tadi Cara Menanam Buncis dari Info Tanam. Semoga pada penjelasan tadi bisa di pahami, bisa membantu kalian untuk bisa mencari tanaman yang sesuai kebutuhan kalian. Dan jika terdapat kesalahan pada penulisan atau yang lainnya mohon dimaafkan, sekian dan terimakasih.